Jadwal Liga 1 2019 Mundur, Hamka Hamzah Beri Masukan



Infomabosway.com, Malang – Liga 1 2019 yang mengalami penundaan jadwal dari 8 Mei menjadi 15 Mei 2019, seperti sudah menjadi hal biasa. Hal ini terjadi hampir setiap musim. Meski semua klub tetap mengambil sisi positif,  juga ada solusi yang disuarakan dari kalangan pemain, seperti kapten tim Arema, Hamka Hamzah.

Hamka mengatakan operator kompetisi, dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus berkaca dari kompetisi di Malaysia dan Thailand.

“Sebenarnya operator kompetisi kita ini bisa menjalankan dengan baik. Hanya masalah kemauan saja. Jangan jauh-jauh melihat kompetisi di Eropa. Tapi, ke Asia Tenggara saja dulu seperti Thailand dan Malaysia,” kata pemain 35 tahun itu.

Persoalan jadwal jadi hal yang paling krusial. Hamka melihat kompetisi di Indonesia selalu terlambat start.

Saat ini, kompetisi di Malaysia maupun Thailand sudah berjalan separuh jalan. Sementara Liga 1 belum bergulir.

“Imbasnya banyak. Pemain Indonesia yang mau berkarier ke luar negeri sulit karena beda start kompetisi. Begitu juga dengan klub Indonesia, yang ingin mendatangkan pemain asing dari luar. Mayoritas mereka masih terikat dengan klub lama yang tengah berkompetisi,” lanjutnya.

Dia menyarankan agar operator kompetisi sudah menyusun jadwal musim depan ketika musim sebelumnya belum berakhir sehingga klub juga sudah punya gambaran persiapan. Jika bisa, nantinya jadwal kompetisi bersamaan dengan negara lain di Asia Tenggara atau yang lainnya.

“Persoalan jadwal ini sebenarnya sudah jadi masalah 10 tahun lalu atau lebih. Hal ini harus jadi pelajaran ke depan. Semoga operator mau melakukan perubahan karena yang duduk di sana orang-orang pintar,” ucapnya.

Persoalan ini juga mengacu pada perekrutan pemain baru Arema, Sylvano Comvalius. Penyerang asal Belanda itu masih terikat kontrak dengan klub Malaysia, Kuala Lumpur FA hingga November 2019. Dia harus menjalani proses yang agak ribet untuk bisa membela Arema.

Tetapi, kini mantan striker Bali United itu sudah menyelesaikan urusan itu dengan berkorban kompensasi kontraknya dipotong Kuala Lumpur FA demi mendapatkan surat keluar dan segera gabung Arema.