Otavio Dutra: Jadwal Piala Presiden 2019 Sangat Mepet, Berbahaya Bagi Pemain



Infomabosway.com, Surabaya – Otavio Dutra mengalami cedera jelang leg kedua final Piala Presiden 2019. Bek Persebaya Surabaya itu merasa jadi korban kesekian dari mepetnya pertandingan Piala Presiden 2019.

Sempat mengalami masalah pada betisnya, cedera tersebut makin menjadi-jadi setelah bek berusia 36 tahun ini membela Persebaya melawan Arema pada partai leg pertama final di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4/2019).

Kini Dutra harus masuk ruang fisioterapis untuk menyembuhkan cedera betisnya agar tidak melewatkan leg kedua final Piala Presiden 2019 pada Jumat (12/4/2019), di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Curahan hati Dutra mungkin ada benarnya. Di babak penyisihan grup, misalnya. Setiap tim, termasuk Persebaya, harus bermain sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 10 hari.

Jarak babak 8 besar hingga final pun padat. Persebaya bermain melawan Tira Persikabo pada fase 8 besar, 29 Maret 2019, lalu berhadapan dua kali dalam laga semifinal kontra Madura United pada 3 dan 6 April, dan bersua Arema di partai final pada 9 serta 12 April 2019.

Risiko dari padatnya jarak antarpertandingan, kata Dutra, berbahaya bagi kesehatan dan kondisi pemain.

“Turnamen ini “gila”, tidak ada waktu untuk istirahat. Untuk pemain dan manusia menjalani pertandingan setiap dua hari, itu tidak fair,” ujar Dutra kepada Infomabosway.com.

Kelelahan yang melanda pemain bukan hanya bersumber dari pertarungan di lapangan. Dengan jadwal yang padat, ketika melakukan perjalanan tandang pun punya pengaruhterhadap kondisi fisik dan stamina.

“Kami bukan hanya menjalani pertandingan saja. Tapi, saat perjalanan memakai travel, naik pesawat, dan bus itu melelahkan. Banyak pemain kelelahan dan sakit badan. Tapi, itu bukan alasan. Namun, susah untuk menang kalau turnamen seperti ini. Ditambah, pertandingan final diadakan dua kali,” kata mantan pemain Persipura Jayapura ini.