Perasaan Klopp Usai Lepas Kutukan Selalu Kalah di Laga Final


MADRID – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, akhirnya melepas kutukan selalu gagal di final setelah menjuarai Liga Champions pada musim ini. Menaklukkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0, Klopp akhirnya mengakhiri kesialan beruntun dalam enam pertandingan final sejak 2012.

Bersama dua tim yakni Borussia Dortmund dan Liverpool, tercatat Klopp selalu gagal memberikan kemenangan kepada timnya ketika tampil di final. Pada enam final terakhir, tim yang dilatihnya selalu berakhir dengan status runner-up. Sebut saja dengan menjadi runner-up di dua Liga Champions, Liga Eropa, Piala Liga Inggris, dan dua kali DFB-Pokals.

Baca juga Klopp Amat Bahagia Liverpool Jadi Kampiun Liga Champions Musim Ini

Klopp pun menilai sejarah buruknya di partai final karena timnya selalu tidak dinaungi keberuntungan. Ia menepis jika kehadiran dirinya membuat tim yang dilatih mengalami kesialan di partai final. Terutama dalam enam laga final terakhir.

Liverpool (Foto: UEFA)

“Jika saya akan menjadi alasan untuk kehilangan enam final berturut-turut, maka semua orang perlu benar-benar khawatir. Jadi jika itu tidak terjadi maka kami harus memiliki kesempatan dan itulah bagaimana kami melihatnya,” ungkap Klopp, mengutip dari Goal, Minggu (2/6/2019).

“Saya manusia normal, jadi jika saya duduk di ruangan dan berpikir ini semua tentang saya, maka saya menjadi penyebabnya. Jika saya melihat diri saya sebagai pecundang atau apa pun, maka kami semua akan memiliki masalah. Tapi saya tidak melihatnya seperti ini,” tambahnya.

Liverpool (Foto: UEFA)

“Saya pikir mungkin ada saat-saat yang beruntung dan tidak beruntung. Pada beberapa final saya adalah bagian dari kami yang tidak pernah beruntung. Itu benar, tetapi saya tidak dapat mengubah itu,” pungkasnya.