Shopee Liga 1 2019: Dejan Antonic Vs Darije Kalezic, Duel Pelatih asal Negara Balkan



Onlinefitnessprofits.com, Pamekasan – Shopee Liga 1 2019 menyajikan pertemuan baru seiring kedatangan Darije Kalezic yang menangani PSM Makassar. Pelatih berpaspor Bosnia-Herzegovina itu baru pertama kali berkarier di Indonesia pada musim ini.

Kini, Kalezic akan berjumpa dengan Dejan Antonic yang menangani PSM Makassar. Duel pekan keenam Shopee Liga 1 2019 digelar di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Kamis malam (4/7/2019).

Dilihat dari nama, dua pelatih itu seolah berasal dari negara yang sama. Mereka memang sama-sama berasal dari semenanjung Balkan alias Eropa Tenggara. Antonic berasal dari Serbia, sedangkan Kalezic dari negeri tetangga, Bosnia, meski lahir di Swiss. Kedua negara ini merupakan bekas pecahan Yugoslavia.

Secara usia, Antonic dan Kalezic tergolong sepantaran, sama-sama lahir pada 1969. Mereka hanya selisih 10 bulan. Antonic lahir pada 22 Januari, lalu Kalezic lahir pada 1 November. Namun, pengalaman keduanya amat berbeda.

Lahir dan besar di Serbia, Antonic mengawali karier junior sebagai pemain di negara asalnya. Dia merupakan pemain binaan Red Star Belgrade, klub raksasa asal Yugoslavia yang kini menjadi Serbia. Antonic juga pernah bermain untuk Timnas Yugoslavia U-20 di Piala Dunia U-20 1987.

Selepas itu, Antonic memutuskan hijrah ke Asia, tepatnya Indonesia dan Hong Kong. Di dua negara inilah nama pria yang juga memegang paspor Hong Kong itu lebih dikenal sejak menjadi pemain hingga meniti karier sebagai arsitek tim.

Antonic juga sudah berpengalaman menangani sejumlah tim Indonesia. Di antaranya Arema, Pro Duta, Pelita Bandung Raya, Persib Bandung, Borneo FC, dan kini Madura United. Dia sudah paham seluk beluk sepak bola Indonesia.

Lain halnya dengan Kalezic yang baru menjalani musim debut di Indonesia. Lahir di Swiss, pria berusia 49 tahun itu banyak menghabiskan kariernya, sebagai pemain maupun pelatih, di Belanda. Kalezic malah pernah tampil di Eredivisie, kompetisi kasta tertinggi Belanda.

Kalezic mengawalinya sebagai pemain De Graafschap pada 2004-2006. Dia kemudian mulai merintis sebagai pelatih tim junior di klub tersebut. Pada musim 2009-2010, Kalezic berkesempatan menangani tim senior dengan menjabat pelatih kepala.

Pada musim itulah, dia berhasil mencatatkan prestasi gemilang. Dia membawa De Graafschap menjuarai Eerste Divisie, kompetisi kasta kedua Belanda. Raihan itu mmebuat Kalezic menangani timnya di Eredivisie 2010-2011.

Setelah itu, dia hijrah ke Inggris dengan menangani klub kasta ketiga asal Manchester, Stockport County. Sempat kembali ke Belanda, Kalezic memutuskan mengembara ke Arab Saudi dan Selandia Baru sebelum ke Indonesia.

Dari gaya permainan yang coba diterapkan pada tim, kedua pelatih ini memiliki corak yang tak jauh berbeda. Formasi yang diterapkan juga hampir serupa dengan mengandalkan 4-3-3. Skema itu membuat tim masing-masing bermain agresif dengan materi pemain yang mumpuni.

Sejauh ini, keduanya baru berjumpa sekali saat Madura United melawan PSM Makassar pada akhir pekan lalu. Duel leg kedua Piala Indonesia 2018 berakhir dengan skor 1-0 untuk PSM di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (30/6/2019). Tentu pertemuan keduanya di Liga 1 2019 akan makin menarik.